Monday, July 4, 2011

Jejaring Sosial PemerHATI Lingkungan *)

Pada takaran lebih atau kurang, di dalam diri seseorang pasti memiliki kepedulian dan perhatian terhadap lingkungan. Disebut kepedulian karena bagaimana pun setiap orang mau tidak mau harus peduli tatkala lingkungannya terganggu, karena lingkungan terganggu maka kehidupannya pun akan terganggu. Disebut perhatian karena bagaimana pun setiap orang akan mampu merasakan dan melakukan sesuatu jika HATI-nya tersentuh oleh kondisi atau keadaan yang membahayakan di sekitarnya. Hanya saja ternyata berbagai bentuk kepedulian dan perhatian orang per orang akan punya kekuatan lebih (powerful) tatkala berpadu dengan kepedulian dan perhatian orang lain. Pertanyaan selanjutnya yaitu bagaimana menyatukan setiap kekuatan kepedulian dan perhatian tersebut agar powerful?.

Untuk memasarkan produknya Nokia memiliki slogan ‘connecting people’ (=menghubungkan orang-orang). Slogan ini, cukup provokatif bahwa setiap orang akan terhubung dengan mudah hanya dengan menggunakan telepon genggam produk Nokia sebagai media penghubung. Belajar dari Nokia ternyata bahwa kunci menyatukan kekuatan kepeduliaan dan perhatian terhadap lingkungan dari setiap orang yaitu dengan menyambungkan berbagai kekuatan tersebut dalam bentuk jejaringan sosial. Sama halnya jaring-jaring laba-laba, setiap rangkaian jaring harus terhubung agar menjadi satu-kesatuan yang utuh. Untuk membuat jaring laba-laba yang kuat, maka kita perlu laba-laba sebagai pemintal, atau perlu produk Nokia atau produk yang semacamnya untuk menghubungkan orang-orang yang punya kebutuhan yang sama tersebut.

Jejaring sosial dalam konteks lingkungan yaitu sekelompok orang-orang yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan yang telah terhubung. Jejaring ini sendiri ternyata akan terhubung tatkala ada penghubung atau pengikatnya yaitu yang disebut dengan visi. Jadi kelompok orang yang peduli dan miliki perhatian terhadap lingkungan akan otomatis terhubung secara alamiah punya ikatan chemistry jika mereka memiliki visi yang sama terhadap kelestarian lingkungan. Visi yang sama ini sederhanaya dipahami sebagai belas kasih (passion) agar lingkungan tetap terjaganya, terpelihara kelestariannya untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang.

Apakah jejaring pemerhati lingkungan ini harus terikat dalam ikatan formal? Jawabannya tidak juga, karena pada dasarnya ikatan hati (=‘visi’) telah jadi materai dan garansi yang membuat mereka terikat dalam jejaringan yang kuat. Cara kerja jejaringan yang kuat salah satu diantaranya ditandai dengan adanya kebutuhan saling berbagi dan berkomunikasi. Ajaibnya lagi setiap individu yang terikat dalam jejaring sosial ini juga akan punya kepekaan yang tinggi untuk memahami dan memberikan apa yang dibutuhkan anggota jejaring yang lain. Sebagai jejaring sosial pemerhati lingkungan, komunikasi dan koordinasi merupakan kunci mempertahankan jejaringan yang kuat. Saling berbagi pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta pembelajaran merupakan nilai yang dibangun tanpa disadari dan ternyata mampu membuat jejaring sosial ini bertahan walau tanpa ikatan formal (organisasi formal, red). Dengan komunikasi dan berbagi tanpa pamrih juga menjadi alasan kuat mengapa visi diantara jejaringan akan semakin kuat, semakin berpengaruh menambah jejaringan lebih luas, yaitu dengan melibatkan lebih banyak orang dari berbagai kalangan dan profesi berbuat sesuatu yang nyata bagi lingkungan dan masyarakatnya. (Ebe, July4, 2011).

Didedikasikan bagi Pemerhati Lingkungan di Kabupaten Berau. …*)

000

No comments:

Post a Comment